MIGRASITEATER (dari Panggung ke Ruang Keluarga) Syamsul Rijal Paddaitu Teater atau drama sudah sering didengar oleh masyarakat, apalagi di kalan Unduhilustrasi vektor Panggung Teater Dengan Anakanak Aktor Anakanak Pangeran Dan Putri Pertunjukan Drama Cinta ini sekarang. Dan cari lebih banyak seni vektor bebas royalti yang menampilkan Ksatria - Peran Sosial grafik yang tersedia untuk diunduh dengan cepat dan mudah di perpustakaan iStock. Masalahaktor setelah naskah, adalah bagaimana "mendagingkan" sastra (:teks, kata) di atas panggung. Penghayatan secara internal tak dapat dipisahkan dengan ketrampilan tubuh yang luwes dan suara yang dapat mencapai relung-relung hati dan pikiran penonton. Bahkan kajian yang semakin meluas tersebut mengarah pada upaya positif menemukan konsepsi komunikasi teater yang memberikan pandangan baru terhadap aspek komunikasi antara penonton dan teater sebagai seni pertunjukan. Seorang penggagas teater yang menyebut teaternya "Teater Miskin" (poor theater), Jerzy Grotowski bahkan "mendefenisikan Dalamperkembangannya, seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun, hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Pada masyarakat modern yang dinamis ini, kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik, guru-guru tari yang profesional, dan pemikir-pemikir Uhem. Unduh PDF Unduh PDF Dalam pertunjukan teater, peran produser berbeda namun bukan tidak lebih penting daripada peran sutradara. Produser bertanggung jawab untuk masalah finansial, manajerial serta kewajiban logistik untuk sebuah pembuatan pertunjukan teater. Produser juga dapat memberikan saran dalam sisi kreativitas pertunjukan. Lihat Langkah 1 di bawah ini untuk mempelajari cara membuat sebuah pertunjukan teater sendiri! 1 Temukan sebuah naskah. Anda sebagai produser adalah orang pertama yang memulai proses dari pembuatan sebuah pertunjukan teater. Sebelum hal lain dimulai, Anda dan/atau staf Anda perlu untuk menentukan "drama teater apa yang akan dibuat". Anda dapat membuat teater klasik seperti Les Miserables, Death of a Salesman, Ms. Saigon, atau A Raisin in the Sun – pertunjukan teater yang terkenal seperti ini telah sering dipentaskan selama berpuluh-puluh tahun setelah pemunculan pertamanya. Namun begitu, Anda juga dapat memutuskan untuk mempertunjukkan sebuah drama teater yang baru. Dalam hal ini, Anda harus memastikan kualitas naskah dari para penulis yang berbakat, yang dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk tempat perkuliahan, perusahaan teater atau melalui sebuah agen atau penerbit. Ingatlah bahwa pertunjukan teater adalah kekayaan intelektual. Oleh karena itu, pertunjukan tersebut menghendaki kita untuk membayar royalti dalam bahwa Anda menghubungi dramawan, agennya atau pemilik hak pertunjukan bahwa naskah yang telah dipilih bukanlah domain publik. 2 Temukan seorang sutradara. Sutradara merupakan "bos" dari pertunjukan tersebut dalam hal keputusan-keputusan daya cipta. Ia mengatur para pemain saat latihan serta memiliki pandangan akhir perihal keputusan estetis seperti perlengkapan dan desain kostum. Sutradara juga merupakan orang yang paling banyak mendapatkan apresiasi atau cemoohan dari pertunjukan oleh para pemain. Produser bertanggung jawab untuk menemukan seorang sutradara yang cocok untuk pertunjukan tersebut – seorang teman, rekan sejawat atau pendatang baru yang berbakat dapat dipilih menjadi seorang sutradara. Namun demikian, perlu diketahui bahwa sutradara dapat menolak undangan untuk menyutradarai atau menegosiasikan bayaran yang lebih tinggi. Sebagai seorang produser, Anda bertanggung jawab untuk mencari pengganti sutradara dan/atau ikut serta dalam negosiasi tertentu sesuai kebutuhan. Beberapa produser memiliki peran yang sama seperti sutradara. Hal ini dapat membuat beban yang harus dipikul menjadi sangat besar. Oleh karena itu, berhati-hatilah untuk memiliki peran ganda, terkecuali jika Anda telah memiliki banyak pengalaman. 3 Dapatkan penjaminan pendanaan. Salah satu fungsi yang terpenting dari seorang produser adalah membiayai pertunjukan. Jika Anda memiliki dana yang cukup untuk membiayai pertunjukan, Anda dapat berperan sebagai penyokong dana tunggal. Namun demikian, banyak pertunjukan dibiayai oleh sejumlah kelompok investor –sekelompok orang yang kaya berharap untuk mendapatkan keuntungan dari pertunjukan tersebut. Sebagai seorang produser, Anda bertanggung jawab untuk "membujuk" para investor, baik itu kepada teman-teman pribadi atau orang asing yang kaya untuk menyokong pendanaan pertunjukan. Anda ’juga’’ bertanggung jawab untuk menjaga para investor tetap senang serta tetap mendapatkan informasi dari pertunjukan, memberitahu mereka tentang perubahan-perubahan yang ada, proyeksi penjualan yang baru, dll. 4 Temukan sebuah tempat untuk pertunjukan. Sebuah tempat diperlukan untuk kegiatan latihan dan juga pertunjukannya itu sendiri. Sebagai seorang produser, Anda bertanggung jawab untuk memastikan tempat untuk pembuatan pertunjukan tersebut. Tempat tersebut harus dapat mengakomodasi aspek-aspek teknis dari pembuatan pertunjukan tersebut dalam hal ukuran panggung, pencahayaan, sistem suara, dll. dan harus memiliki ukuran yang cukup luas untuk mengakomodasi jumlah penonton. Beberapa aspek lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah Biaya penggunaan tempat – tempat yang berbeda memiliki aturan-aturan bagi hasil dari penjualan tiket, dll. Apakah tempat pertunjukan tersebut menyediakan staf depan ruangan pemeriksa tiket, dll. atau tidak Apakah tempat tersebut menyediakan asuransi atau tidak Kualitas estetis dan akustik dari tempat pertunjukan Sejarah tempat pertunjukan 5 Buatlah jadwal untuk audisi. Setiap pertunjukan memerlukan pemain –bahkan untuk pertunjukan seorang pemain saja. Jika Anda memiliki jaringan yang baik, Anda dapat menggunakan jasa pemain tertentu dalam pembuatan pertunjukan Anda. Dalam hal ini, Anda dapat langsung menghubungi mereka untuk menawarkan partisipasi dalam pertunjukan tersebut. Jika tidak, Anda harus membuat jadwal audisi. Pastikan untuk mempromosikan audisi tersebut sehingga pemain yang berbakat mengetahui tempat dan waktu audisi untuk pertunjukan tersebut. Fokuskan promosi audisi tersebut di tempat-tempat di mana para pemain biasanya berada, seperti perusahaan teater, sekolah seni, dll. Serta kelompok-kelompok yang sering berhubungan dengan pemain tersebut seperti agen pencari bakat. 6 Rekrut staf pendukung. Aktor bukanlah satu-satunya unsur pemain yang ada dalam sebuah pertunjukan. Petugas pentas, teknisi pencahayaan dan suara, perancang busana, koreografer dan sebagainya berkolaborasi untuk menyukseskan sebuah pertunjukan. Sebagai seorang produser, Anda perlu mengatur perekrutan staf pendukung, meskipun Anda tidak perlu mengatur mereka dalam kewajibannya sehari-hari karena biasanya tugas ini dilimpahkan kepada beberapa manajer. Catatlah bahwa beberapa tempat pertunjukan ada yang menyediakan staf depan ruangan ada pula yang tidak menyediakan. Jika tidak, Anda perlu merekrut beberapa anggota staf tersebut. 7Pilihlah para pemain. Biasanya, sutradara memiliki pandangan akhir mengenai pemilihan pemain, karena ia merupakan orang yang akan bekerja langsung dengan para pemain untuk membuat pertunjukan tersebut. Namun demikian, Anda tetap dapat memberikan masukan untuk proses pemilihan pemain. Hal ini tergantung pada hubungan Anda dengan sutradara serta terutama jika Anda memiliki pengalaman dalam aspek kreatid pada pembuatan pertunjukan teater. Iklan 1 Atur jadwal latihan. Pertunjukan teater memerlukan persiapan dan latihan yang intensif agar siap untuk mementaskan pertunjukan di depan para penonton. Lakukan kolaborasi dengan sutradara untuk membuat jadwal yang keras namun tetap masuk akal. Dalam hal intensitas, latihan perlu dilakukan lebih sering seiring dengan semakin dekatnya waktu pementasan. Perhatikan biaya serta tersedianya tempat latihan serta jadwal-jadwal pementasan lain di tempat pertunjukan yang telah Anda pilih. Anda disarankan untuk membuat jadwal latihan setidaknya satu jam untuk setiap lembar naskah.[1] Pastikan untuk menyediakan waktu dalam setiap latihan teknis dan satu waktu untuk latihan geladi resik. Latihan teknis dapat memberikan kesempatan kepada para pemain, sutradara dan kru untuk mementaskan pertunjukan dengan menggunakan aspek teknis dalam pertunjukan tersebut – pencahayaan, isyarat suara, kostum, dan efek spesial. Latihan geladi resik mementaskan pertunjukan "seolah-olah terdapat penonton yang menonton" tanpa jeda atau berhenti. Apabila pemain lupa dialognya, pertunjukan tersebut harus tetap berjalan seperti pertunjukan yang sebenarnya. 2Pastikan jaminan asuransi. Beberapa tempat pertunjukan ada yang akan mengatur jaminan asuransi untuk pembuatan pertunjukan teater di sana ada juga yang tidak mengatur. Apabila terdapat seorang pemain atau penonton yang terluka saat pertunjukan, jaminan asuransi menanggung biayanya, melindungi Anda dari biaya-biaya pemeliharaan Anda maupun tempat pertunjukan. Oleh karena itu, jaminan asuransi merupakan ide yang bijak untuk banyak pertunjukan teater, "terutama" pertunjukan yang melibatkan gaya akrobatik terbang tinggi, piroteknik, dan sebagainya. 3 Buat atau beli perlengkapan panggung, kostum serta perlengkapan lainnya. Menghabiskan banyak waktu untuk membuat perlengkapan dan kostum yang dirancang khusus untuk pertunjukan. Pembuatan perlengkapan-perlengkapan yang rumit bahkan harus sudah dimulai sebelum para pemain memulai latihan! Sebagai seorang produser, Anda perlu merekrut, mengoordinasikan dan mendelegasikan perancang serta teknisi untuk membuat pertunjukan teater tersebut. Jika dana untuk pembuatan pertunjukan teater terbatas, Anda tidak perlu membuat setiap aspek fisik yang diperlukan. Anda dapat menggunakan pakaian zaman dahulu sebagai kostum yang digunakan. Anda dapat meminta bantuan relawan di daerah Anda untuk menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan. Teater dapat menjadi kesempatan yang besar untuk menghibur komunitas secara bersama-sama. 4 Buat jadwal pertunjukan. Biasanya, pertunjukan teater tidak hanya dipentaskan satu kali. Pertunjukan teater yang besar dapat dipentaskan untuk beberapa hari dalam seminggu untuk jangka waktu berbulan-bulan. Bahkan pertunjukan teater yang lebih kecil pun biasanya memiliki "rentetan" pertunjukan terdiri dari beberapa pertunjukan. Sebagai seorang produser, Anda perlu menentukan jadwal-jadwal pertunjukan sesuai dengan jadwal hari libur, persetujuan staf Anda serta pemasaran seperti kunjungan teater musiman dan sebagainya. Cobalah untuk tetap mementaskan pertunjukan tersebut selama Anda percaya bahwa Anda dapat menjual tiket yang cukup untuk menghasilkan pendapatan –jika pertunjukan tersebut sukses, Anda dapat mementaskan pertunjukan ekstra. 5 Promosikan pertunjukan tersebut. Promosi merupakan salah satu tanggung jawab penting dan bahkan yang terpenting dari seorang produser untuk membuat tempat pertunjukan Anda dipenuhi oleh penonton. Anda harus melakukan berbagai cara meskipun dengan dana yang terbatas. Anda dapat mempromosikan pertunjukan Anda melalui penyewaan iklan di radio, televisi atau papan pengumuman atau menyebarkan lembaran-lembaran di universitas di daerah Anda. Banyaknya biaya yang perlu dikeluarkan untuk promosi tersebut tergantung pada seberapa "besar" usaha promosi yang dilakukan. Tidak semua pilihan promosi memerlukan biaya. Jika anda dapat membujuk saluran televisi atau koran lokal untuk mempromosikan pertunjukan Anda, maka Anda akan mendapatkan publikasi gratis. Selain itu, jaringan internet menawarkan berbagai macam promosi gratis seperti laman media sosial serta surel. 6 Awasi pertunjukan tersebut saat berlangsung. Tanggung jawab Anda tidak berakhir saat pertunjukan berlangsung. Meskipun tidak terlalu banyak persiapan dan perencanaan yang harus dilakukan lagi, Anda tetaplah orang yang bertanggung jawab untuk setiap aspek dalam pembuatan pertunjukan tersebut. Bersiaplah untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat muncul. Anda perlu merancang waktu untuk memperbaiki atau mengganti perlengkapan yang rusak, mengatasi konflik jadwal dengan membuat ulang jadwal dan sebagainya. Keinginan Anda adalah pertunjukan tersebut berjalan mulus, tidak ada masalah yang terjadi, serta tidak membuat Anda tidak bertugas setelah pementasan pertama Anda. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, salah satu yang perlu Anda lakukan adalah memberikan informasi tentang status pertunjukan –terutama dalam hal finansial. Para investor mungkin menghendaki Anda untuk melaporkan laporan finansial. Hal ini dapat menjadi pengalaman yang menegangkan ketika pertunjukan tersebut tidak menghasilkan keuntungan. 7Bayar kembali para staf dan investor. Ketika pertunjukan Anda telah memulai meraup keuntungan dari penjualan tiket, Anda harus mulai membayar kembali investor dengan persentase uang yang didapatkan. Tempat pertunjukan juga seringkali menghendaki Anda untuk memberikan pendapatan tertentu dari penjualan tiket – sebagai produser, Anda harus mengatur pendistribusian uang yang dibuat sehingga tepat sasaran. Baik pertunjukan tersebut meraup keuntungan atau tidak, Anda harus memastikan bahwa para pemain dan staf yang telah bekerja keras pun telah mendapatkan bayaran sesuai dengan yang telah dijanjikan. Iklan Peringatan Para aktor, kru dan aktris mungkin tidak selalu melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan. Cobalah untuk membantu mereka, tetapi ingatlah bahwa tidak ada orang yang senang dengan sutradara yang selalu rewel. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Ilustrasi Tata panggung pentas teater. Foto PixabayKeberhasilan sebuah pertunjukan teater salah satunya diperoleh melalui persiapan yang matang. Dalam seni teater, terdapat banyak unsur yang harus diperhatikan guna memaksimalkan satu unsur dalam pentas teater adalah tata panggung. Lantas apa yang dimaksud dengan tata panggung? Apa saja yang harus diperhatikan dalam penataan panggung? Simak ulasan berikut Tata PanggungMengutip Modul Tema 8 Seni Budaya Teater SMA/MA oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tata panggung atau pentas pertunjukan merupakan wujud pendeskripsian isi cerita dalam naskah panggung dalam pentas teater berfungsi sebagai unsur yang menggambarkan situasi, kondisi, waktu dan tempat sesuai dengan alur cerita yang panggung dalam pentas teater tidak hanya ditujukan untuk keperluan estetika. Namun juga memberikan ruang gerak terhadap pemain, sekaligus memvisualisasikan penokohan dan karakternya. Penataan panggung bergantung pada latar cerita dalam Tata PanggungMenurut Buku Siswa Seni Budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat beberapa jenis tata panggung. Misalnya, berbentuk lingkaran dan tapal bentuk, penataan panggung juga bisa dilakukan di luar maupun di dalam ruangan. Lokasi penataan panggung tersebut tentu memiliki kekurangan dan kelebihan memilih penataan panggung di dalam ruangan, aspek yang harus diperhatikan adalah penataan pencahayaan. Sementara apabila penataan panggung di luar ruangan, aspek yang perlu diperhatikan adalah penataan yang Diperhatikan dalam Tata PanggungMenurut Buku Pengetahuan Teater 1 untuk SMK oleh Eko Santoso, selain memperhatikan jenis panggung yang akan dipakai, penata panggung juga perlu memastikan beberapa elemen atau komposisi satu elemen dalam penataan panggung adalah penataan properti. Penataan ini sangat penting dalam menciptakan setting latar pada pertunjukan penunjang harus ditata sedemikian rupa. Tujuannya, agar bisa memberikan gambaran lengkap tentang suasana, periode sejarah, lokasi kejadian, status tokoh peran, dan musim dalam tahun saat adegan Purnomo dan Yandra dalam Buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas 10, penataan panggung bisa dibuat dengan mengambil latar kehidupan sehari-hari, atau disebut dengan tata panggung panggung juga bisa menggunakan visualisasi sugestif-realis, yakni penggambaran kenyataan hidup sehari-hari. Namun, tidak ditampilkan keseluruhan, melainkan hanya menampilkan kesan pokok dalam sebuah penata panggung juga harus mempelajari jenis dan kondisi panggung pertunjukan sebelum pagelaran teater dilangsungkan. Dengan demikian, setting panggung akan sesuai dengan alur cerita yang telah penjelasan tentang tata panggung dalam pentas teater. Pemahaman konsep dan alur cerita menjadi bahan utama dalam menentukan ide penataan panggung. Termasuk memperhatikan unsur-unsur lain, seperti pencahayaan, penataan suara, dan sebagainya. Bagaimana cara merancang tata panggung teater? Dapat dilihat oleh penonton. Dapat memberikan pandangan yang menarik. Merupakan rancangan yang sederhana. Dapat memberikan ruang gerak bagi para pemeran atau pelaku. Dapat memperlihatkan suasana lakon. Apa peranan tata panggung dalam mendukung pementasan teater? Tata panggung adalah pengaturan pemandangan di panggung selama pementasan berlangsung. Tujuan tata panggung adalah agar permainan dapat dilihat penonton dan dapat menghidupkan pemeranan dan suasana panggung. Penataan panggung teater disesuaikan dengan apa saja? Penataan panggung disesuaikan dengan tuntutan cerita, kehendak artistik sutradara, dan panggung tempat pementasan dilaksanakan. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan penataan panggung seorang penata panggung perlu mempelajari panggung pertunjukan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tata panggung dalam sebuah pentas teater? Tata panggung sendiri merupakan salah satu seni pada teater dalam menghias dan menampilkan pertunjukan yang telah dicetak dan dapat di lakukan dalam ruangan terbuka atau tertutup, sehingga sebuah pertunjukan dapat berjakan dengan baik. Bagaimana merencanakan pementasan teater? Membentuk Panitia. Panitia merupakan organisasi yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan pelaksanaan pementasan teater. Membuat Rancangan Pentas. Merancang tata teknik pentas merupakan pekerjaan yang rumit dan memerlukan tenaga. Melakukan Latihan. Gimana caranya merancang tata cahaya? Untuk merancang tata cahaya – Indentifikasilah ada beberapa titik dan jenis cahaya yang ada dalam naskah tersebut. – Buatlah gambar denah cahaya sesuai dengan keterangan yang ada dalam naskah lakon. – Gambar rancangan tersebut dengan mengacu pada tujuan tata cahaya dalam pementasan. Apa fungsi tata panggung dalam pementasan? Menyesuaikan panggung sesuai dengan kebutuhan Inilah salah satu tugas utama, tata panggung. Karena panggung memang harus disesuaikan dengan naskah ataupun rencana awal, agar ketika pertunjukan pentas nanti akan berjalan lancar dan nyaman ketika berada di panggung. Apa fungsi panggung dalam pementasan? Panggung harus ada karena berfungsi sebagai tempat pentas. Dengan panggung maka fokus pandangan penonton menjadi terpusat pada panggung. Tentunya panggung dibuat lebih tinggi dari tempat duduk penonton, sehingga tidak ada lagi penonton yang terhalang pandangannya terhadap pementasan berlangsung. Mengapa tata panggung penting dalam pementasan? Jawaban Karena penataan panggung merupakan salah satu hal penting dalam pementasan ,dengan adanya penataan panggung acara akan jadi lebih menarik dan lebih wah … dan dapat menceriakan suasana. Hal hal apa saja yang dibutuhkan dalam tata panggung? Panggung Prosenium Atau Pigura. Panggung Portable. Panggung Arena. Panggung Terbuka. Apa itu tata teknik panggung? Tata Teknik Pentas TTP merupakan pengetahuan yang mempelajari seluk beluk tentang pementasan atau pertunjukan; antara lain pengenalan pentas atau panggung staging, komposisi pentas composition, tata rias make up, tata busana costuming, tata lampu lighting, dekorasi scenery, dan tata suara sound sistem. Apa tujuan dari perencanaan tata teknik panggung dalam teater? Tujuan Tata Teknik Pentas teater Adalah Menyusun pentas atau tempat pertunjukan / Cara menata panggung atau tempat pertunjukan, supaya rapi, bagus, indah & tdk berantakan. Penjelasan Jadi tata teknik pentas adalah cara menata panggung untuk sebuah pertunjukan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tata dekorasi? Tata dekorasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menata atau mengatur benda-benda yang ada di ruangan hingga seindah dan serapi mungkin untuk menarik perhatian orang-orang . Tiga langkah tahapan merencanakan pementasan teater di sekolah? Bagaimana akhir dari merancang pementasan teater? Akhir dari merancang pementasan teater adalah seorang pimpinan produksi mengimplementasikannya dalam bentuk proposal pementasan. Proposal dapat diartikan sebagai pengajuan kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebutkan langkah langkah mengkreasi seni teater Nusantara? Bagaimana cara merancang tata busana atau kostum? References Pertanyaan Lainnya1Mengukur Panjang Pensil Dengan Penggaris?2Faktor Faktor Yang Memunculkan Ide Usaha?3Nilai Sin 75 Derajat Adalah?4Langkah Langkah Keselamatan Kerja Di Laboratorium?5Jelaskan Mengenai Saringan Air Sederhana?6Susunan Kata Acak Dalam Bahasa Inggris?7Bahasa Inggris Saya Seorang Pelajar?8Fungsi Iman Kepada Rasul Allah?9Mengapa Jepang Ingin Menguasai Indonesia?10Masjid Sultan Suriansyah Was Constructed in the Era Of? - Dalam sebuah pementasan teater, persiapan pertunjukan merupakan suatu hal yang harus ada. Pementasan teater yang baik, tentu memerlukan persiapan yang baik dan matang juga. Terciptanya suatu pementasan yang baik merupakan hasil dari suatu manajemen produksi yang baik. Manajemen produksi dalam pementasan diperlukan agar sekolompok orang atau kelompok dapat secara sistematis melaksanakan pekerjaannya secara efisien. Dalam pelaksanaannya, manajemen produksi teater dibagi menjadi dua kelompok kerja, yaitu manajemen produksi yang bersifat administratif dan manajemen produksi yang bersifat artistik. Kedua manajemen tersebut perlu saling bekerja sama dalam suatu pementasan. Dilansir dari Buku Paket Sosial Budaya Kelas IX, pementasan teater dibagi menjadi 3 tahap, yaitu prapementasan, pementasan, dan pascapementasan. Prapementasan teater juga dibagi lagi menjadi 3 tahap, yaitu Persiapan Pekerjaan Produksi Penguasaan Peran Penguasaan Artistik Dikutip dari Buku Paket Sosial Budaya Kelas IX, 3 tahapan pra-pementasan di atas dijabarkan sebagai berikut1. Persiapan Pekerjaan Produksia. Persiapan pementasan dimulai dengan kegiatan koordinasi antara pimpinan produksi dengan seluruh tim produksi. Pada koordinasi ini, pimpinan produksi menjelaskan rencana dan jadwal kerja teater kepada seluruh tim. Selanjutnya, pimpinan produksi secara menyeluruh mengontrol pelaksanaan kerja yang berhubungan dengan produksi teater. b. Sekretaris bertanggungjawab atas urusan kesekretariatan, meliputi menyusun, menyediakan, serta mengatur surat-surat yang diperlukan dalam produksi teater. c. Bendahara melaksanakan tugas kebendaharaan, seperti membuat laporan terkait ketersediaan dana dan kebutuhan dana dalam produksi teater serta melaporkannya kepada pimpinan produksi. d. Seksi dokumentasi melakukan perencanaan kebutuhan bahan, peralatan dokumentasi, serta melakukan dokumentasi pada proses produksi dan proses artistik teater. e. Seksi publikasi bertugas merancang media publikasi yang akan digunakan produksi teater baik secara audio maupun visual. f. Seksi pendanaan bertugas merencanakan dan merancang pemerolehan sumber dana yang diperlukan pada produksi teater. g. House manager bertugas melakukan koordinasi dengan seksi-seksi di bawahnya, meliputi seksi keamanan, konsumsi, transportasi, ticketing, dan penanggung jawab gedung. h. Seksi keamanan melakukan perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan terkait keamanan baik pada masa persiapan maupun saat pementasan. i. Seksi konsumsi bertanggung jawab dalam menyediakan dan mengadakan konsumsi. j. Seksi transportasi melakukan perancangan dan pendataan kebutuhan transportasi yang diperlukan pada masa persiapan maupun saat pementasan berlangsung. k. Ticketing bertanggung jawab dalam merancang dan mencetak tiket yang akan dijual sebelum pementasan berlangsung. l. Penanggung jawab gedung bertanggung jawab mempersiapkan ruang untuk latihan dan gedung untuk pementasan teater jauh sebelum pelaksanaan pementasan dilakukan. 2. Persiapan Pekerjaan Artistika. Penguasaan Lakon1. Penguasaan lakon dilakukan dengan cara menganalisis naskah lakon lakon teater terdiri dari dua unsur yaitu struktur lakon dalam teks. Selanjutnya struktur lakon terdiri dari titik 2 tema com upload, latar cerita dan penokohan. Sedangkan, tekstur lakon hanya dapat dijumpai ketika naskah sudah dientas. Berikut analisis naskah lakon yang dapat dilakukan By what the character say dari ucapan tokoh By what the character do berdasarkan tindakan tokoh By the summation and balancing of the saying and doing melalui keseluruhan dan keseimbangan ucapan dan tindakan tokoh 2. Menentukan plot yang akan ditampilkan. Pembagian plot secara konvensional biasanya meliputi, bagian awal dibuka dengan pengenalan masalah, bagian tengah berisi permasalahan, dan bagian akhir berupa peleraian masalah. 3. Menentukan latar atau setting cerita. Latar cerita mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi ruang, waktu, dan suasana. 4. Menentukan penokohan dalam naskah lakon. Tokoh dalam lakon tidak hanya berfungsi menjalin alur cerita tetapi juga membentuk alur cerita. b. Penguasaan PeranPenguasaan dapat dilakukan dengan menerapkah langkah kerja berikut ini 1. Mengidentifikasi tindakan dan laku yang akan dimainkan oleh pemeran. 2. Mengidentifikasi sifat dan watak peran dengan cara mengalisis melalui naskah lakon. 3. Mencari penonjolan karakter peran dengan cara mengidentifikasi bagian-bagian dalam naskah lakon untuk menemukan karakter yang memungkinkan untuk ditonjolkan. 4. Memahami makna dialog peran yang akan dimainkan. 5. Menciptakan gerakan-gerakan dan ekspresi peran. 6. Menentukan waktu yang tepat atau timing, baik pada gerakan maupun dialog. 7. Mempertimbangkan teknik pengucapan dialog peran. 8. Merancang garis pemeraan yang akan dimainkan sehinga setiap peran yang dimainkan mengalami perkembangan menutu titik klimaks. 9. Berdiskusi dengan sutradara mengenai rancangan peran yang akan dimainkan. 10. Menciptakan gerakan-gerakan kecil berupa akting dan bloking yang mendukung peran yang akan dimainkan. 11. Menghidupkan peran melalui imajinasi dengan cara menggambarkan peran yang dimainkan seperti paa penampilan fisik harus digambarkan secara jelas. c. Penguasaan Artistik1. Pemimpin artistik melakukan pekerjaannya, seperti koordinasi dan berbagai kegiatan dalam pekerjaan lainnya yang bersifat keartistikan. 2. Stage manager melakukan pendataan kebutuhan barang-barang artistik yang dibutuhkan di panggung. 3. Penata panggung merancang dan menyediakan barang yang dibutuhkan dalam keperluan penataan panggung. 4. Penata busana memulai pekerjaan merancang dan menyediakan kebutuhan barang yang diperlukan untuk menata kostum pada waktu pementasan. 5. Penata rias memulai merancang dan menyediakan kebutuhan barang yang diperlukan untuk menata rias pemeran pada waktu pementasan. 6. Penata cahaya memulai merancang dan menyediakan kebutuhan barang yang diperlukan untuk menata cahaya pada waktu pementasan. 7. Penata bunyi dan suara memulai merancang dan menyediakan kebutuhan barang yang diperlukan untuk menata bunyi dan suara pada waktu pementasan. 8. Penata musik dan sound memulai merancang dan menyediakan kebutuhan barang yang diperlukan untuk menata bunyi dan sound pada waktu juga Materi Seni Budaya Langkah-Langkah Merancang Pementasan Teater Mengenal Tata Cahaya dan Bunyi dalam Pementasan & Cara Merancangnya - Pendidikan Kontributor Anisa WakidahPenulis Anisa WakidahEditor Dhita Koesno Kompas TV entertainment seni budaya Jumat, 20 Januari 2023 1153 WIB Pementasan Sampek Engtay Teater Koma Sumber Laman Teater Koma - JAKARTA, - Kabar duka datang pada Jumat pagi 20/1/2023. Nano Riantiarno, pendiri dan sutradara Teater Koma, meninggal dunia pada usia 73 tahun di rumahnya, di Kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Nano, nama lengkap Norbertus Riantiarno, tak bisa dipisahkan dari Teater Koma yang berdiri sejak 1 Maret 1977 di Jakarta. Dalam usia yang mencapai 46 tahun, teater ini terus berproduksi. Meski para pemain sudah banyak berusia tua, namun regenerasi terus dijalankan. Salah seorang anak Nano, Gagah Tridarma Prasetya, kini melanjutkan kiprah sang ayah sebagai sutradara. Begitu pula dengan Rangga Riantiarno yang ikut menjadi pemain. Hingga September 2022 lalu, melalui pentas "Roro Jonggrang" Teater Koma telah memproduksi 225 pertunjukan. Sebuah angka yang terbilang panjang. Dan produksi ke 225 itu masih disutradrai oleh Nano yang sudah memasuki usia 73. Baca Juga Pendiri Teater Koma Norbertus Riantiarno Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit Dalam perjalanan panjangnya, Teater Koma pernah mengalami masa-masa kelabu, ketika pementasan dicekal di masa Orde Baru. Misalnya, lakon "Opera Kecoa" pada 1990 yang dilarang pentas di Gedung Kesenian Jakarta meski acara sudah siap dimulai. Bahkan, pementasan ini pun tidak diberi izin pentas keliling ke Jepang. Namun setahun kemudian, dipentaskan dengan judul “Cockroach Opera” oleh Belvoir Theatre di Sydney, Australia. Dari sisi pertunjukan, Teater Koma selalu berhasil merebut hati penonton. Selalu tampil lebih dari satu malam dengan penonton yang selalu penuh. Cerita yang renyah, menghibur, dengan dialog menyentil menjadi salah satu kekuatan Teater Koma. Bahkan, lewat pertunjukan "Sampek Engtay, berhasil memperoleh hadiah MURI Museum Rekor Indonesia, karena dipentaskan sebanyak 80 kali selama 15 tahun dengan 8 pemain tetap. Kini, bukan saja pemain yang banyak mengalami regenerasi. Bahkan penonton sudah berganti. Mereka yang menikmati Teater Koma di masa Orde Baru dengan romantikanya, akan berbeda rasa dengan masa kini yang jauh dari unsur pencekalan. Di masa Orde Baru, pentas teater terasa seperti kanalisasi untuk memberi ruang kritik kepada penguasa. Meski begitu, Teater Koma menolak koma. Seperti dilihat dari situs resminya, regenerasi teater sudah tentu harus menyentuh berbagai bidang. Bukan hanya wilayah keaktoran saja yang perlu digarap. Teater membutuhkan penonton, dramaturg, sutradara, kritikus, pemikir, penulis, pekerja panggung, manajemen pengelolaan, penyandang dana dan wadah pementasan. Semua unsur itu seharusnya merupakan kekuatan-kekuatan yang menyatu dan sinergis. Satu hal yang juga tak kurang pentingnya, adalah, teater membutuhkan ruang gerak yang sepadan tanpa kecurigaan. Hal itu penting bagi pengembangan imajinasi kreatif dan kemungkinan lahirnya berbagai inovasi. Baca Juga Sambut HUT RI, KJRI Perth Boyong Gatot Kaca dan Pertunjukan Seni Indonesia Sautu ketika Nano diwawancara soal nama Teater Koma, "Kita sepakat memberi nama Teater Koma saat itu bukan teater titik, sebab kami tidak akan berhenti berkarya meskipun usia dan profesi berbeda tapi kami tetap berhimpun,” ungkapnya di Jakarta, pada 2016 silam. Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA

bagaimana seharusnya penataan panggung dalam pertunjukan teater