Lidi Sawit Dimanfaatkan Warga Riau Meningkatkan Ekonomi. RADARMUKOMUKO.COM – Warga di Provinsi Riau, memfa’atkan lidi daun kelapa sawit yang selama ini di anggap sampah atau limbah kini di jadikan aneka kerajinan yang bisa dipasarkan dalam dan luar negeri. Provinsi Riau yang dikenal memiliki kebun sawit No 1 di Indonesia, jika limbah
Pohon kelapa akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan yang berkisar 1300-2300 mm/tahun. Kelapa pun sangat menyukai sinar matahari dengan kebutuhan minimalnya mencapai 120 jam/bulan. Pertumbuhan tanaman ini akan mencapai titik yang maksimal pada suhu di kisaran 20-27 derajat celsius. Sedangkan bila dipelihara pada suhu di bawah 15
Saat ini memang sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit sebagai produk yang menghasilkan uang. Lidi sawit diolah menjadi kerajinan tangan. "Di Indragiri Hulu, Riau, sudah ada yang punya usaha ini. Dari dua perusahaan saja, pengepul ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga belinya Rp 2.000 per kilogram. Lidi itu dikirim ke Pakistan," sebut Victor.
"Lidi yang diekspor ini merupakan lidi dari daun kelapa, kelapa sawit serta lidi dari pohon nipah," katanya. Harganyapun bervariasi antara Rp3.200 hingga Rp3.500 per kilogram sapu lidi kelapa dan sapu lidi kelapa sawit, sementara sapu lidi pohon nipah 7.500 dengan syarat kekeringannya tidak boleh lebih dari 30 persen.
Banyak kegunaan pohon kelapa, hampir seluruh komponen dapat dimanfaatkan. Mulai dari batang, daun, lidi dan bagian lainnya. Inilah yang dilakoni Maskur (40) bersama hampir semuawarga di 2 Rt di dusun Kubangpari Desa Ciherang Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis sejak 1,5 tahun ini. Ia mengolah batang lidi kelapa menjadi piring dan tempat parsel.
GXg5f.
kerajinan dari lidi kelapa sawit