DiNTT, Obat Gosok Cap Nona Mas produksi PT Surya Kujaya Farma, Surabaya sudah mulai terkenal karena digunakan oleh semakin banyak orang sakit. Minyak gosok yang diproduksi sejak tahun 1908 ini memang terkenal ampuh, sangat cocok bagi para pekerja fisik. Bagi seorang pekerja fisik, ancaman berbagai penyakit kesehatan fisik terhadap tubuh menjadi momok yang amat manakutkan. Terlebihjika kamu sering melakukan pekerjaan lapangan, jangan sampai mengabaikan step ini ya, kalau enggak ingin efek buruk sinar UV menyerang kulitmu. Rekomendasi sunscreen untuk pria: Nivea Sun Protect and Moisturizer SPF 50, Banana Boat Protect & Hydrate 2 in 1 SPF 50, Biore UX Aqua Rich Watery Essence, Cetaphil, dan Banana Boat Aloe Vera Gel. BisnisSkincare Bella Shofie Viral dan Laku Keras Hingga Jadi Langganan Para Artis Rabu, 15 September 2021 19:58 Buka Lapangan Pekerjaan Untuk Ibu-Ibu di Rumah. Bella Shofie / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi. "Aku ingin membuka lapangan pekerjaan, jadi ibu-ibu di rumah yang ingin bantu suami atau kehilangan pekerjaan karena pandemi Topijepang untuk mancing, pekerja lapangan jauh dr polusi & sinar UV - Biru di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli Topi jepang untuk mancing, pekerja lapangan jauh dr polusi & sinar UV - Biru di jo serba ada. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! MASIGNASUKAv102 1508570391356967755. Serum Pencerah Wajah Terbaik Untuk Para Pekerja Lapangan. Sebagai pekerja lapangan yang sering berada di luar, ternyata memberikan efek signifikan pada kulit wajah. Awalnya sih, tidak begitu meresahkan. Tapi kok lama-kelamaan wajah terlihat kusam. FKl5. – Bagi anda para pekerja lapangan atau yang sering beraktivitas di luar ruangan. Kami sarankan… “Pria yang keren itu adalah cowok yang berani kotor!”Wah, kalimat tersebut kalau diamini saat ini sepertinya sudah sulit deh. Pasalnya, merawat diri saat ini bukan cuma narasi yang boleh disandang oleh kaum perempuan lo. Mungkin beberapa dari kalian berpendapat bahwa sebagai cowok, untuk merawat dan membersihkan muka saja sebenarnya udah cukup hanya dengan melakukan cuci faktanya, ada banyak pria di luar sana yang punya kulit wajah bermasalah seperti misalnya berminyak atau jerawatan, dan sebenarnya membutuhkan rekomendasi skincare yang terbaik untuk mengatasi masalah bukan hanya kaum perempuan yang butuh dan perlu untuk menjaga kesehatan kulit. Sayangnya, banyak dari kaum cowok sendiri yang nggak merasa kalau merawat diri itu adalah hal yang buat kalian para cowok yang punya kulit wajah bermasalah, Hipwee punya sedikit tips rekomendasi skincare untuk pria agar glowing dan bebas Perhatikan pemilihan antara facial foam dan facial washFacial foam dari Innisfree Photo by yang belum tahu perbedaan antara keduanya, sebenarnya gampang banget. Facial foam adalah sabun muka yang berbentuk foam busa, sedangkan facial wash adalah sabun muka berbentuk foam baik digunakan buat kalian yang punya kulit berminyak dan tipe acne prone banyak berjerawat karena teksturnya yang lebih lembut dan ampuh buat mengangkat minyak. Nah, kalau facial wash ini bagus untuk yang memiliki jenis kulit kering, karena kandungan facial wash mampu mengontrol kelembapan kalian baru ingin mencoba menggunakan, facial wash yang memiliki harga di bawah 30 ribu juga banyak yang bagus lo, misalnya Vaselin Men, atau Garnier facial foam sendiri, kalian bisa memakai Esene Face Cleaner, atau jika punya uang lebih, kalian bisa memakai produk dari Innisfree yang tea tree dengan harga 150 Sebelum pakai skincare yang lain, biasakan gunakan toner, ya!Mineral Botanica Toner Photo by pria banyak yang nggak sadar kalau penggunaan toner ini ternyata langkah penting sebelum pakai skincare yang lain. Pasalnya, kegunaan toner sendiri adalah untuk mengangkat kotoran yang tertinggal di permukaan kulit produk toner dari Mineral Botanica atau Elsheskin bisa jadi rekomendasi buat kalian yang ingin agak ngirit. Dibanderol 20-50 ribu, dua produk tadi cocok buat wajah kalian yang berminyak. Kalau ingin yang lebih oke lagi, kalian bisa menggunkan The Body Shop Tea Tree Toner, tapi memang agak mahal sih sekitar 140-an Pelembap muka, penting banget untuk kalian yang punya tipe kulit bermasalahPelembab dari Innisfree Photo by untuk pria agar glowing dan bebas jerawat berikutnya adalah pelembab atau moisturizer. Penggunaan pelembap buat kalian yang memiliki tipe kulit bermasalah tentunya juga salah satu hal penting yang perlu dilakukan juga. Apalagi jika kalian hidup di negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia banget sebenarnya pelembap yang bisa kalian gunakan, 4. Kalau kalian sering beraktivitas di luar ruangan, jangan abaikan kegunaan sunscreen, ya!Bioré UV Aqua Rich Watery Essence Photo by pria yang sering melakukan pekerjaan dan aktivitas di luar ruangan, sunscreen merupakan jenis skincare yang tak kalah penting setelah pelembap lo. Kalau pelembap berfungsi mengatur kelembapan kulit wajah, sunscreen punya peran untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara apa saja tuh rekomendasi buat sunscreen? Bioré UV Aqua Rich Watery Essence bisa jadi rujukan kalian, selain mudah buat dicari, sunscreen keluaran Biore dibanderol dengan harga rata-rata, yaitu sekitar 120-140 ribuan. Sedikit lebih murah dibanding dengan sunscreen yang Pakai masker? kenapa enggak?Produk masker dari Zoya Photo by 4 hal tadi dirasa masih belum cukup, kalian juga bisa lo menggunakan masker sebagai opsi tambahannya. Digunakan sambil beristirahat setelah beraktivitas atau sedang bersantai, penggunaan masker punya banyak manfaat bagi kulit bagi kalian yang memiliki kulit bermasalah, penting juga untuk memilih jenis masker yang baik dan benar. Untuk kalian yang memiliki banyak komedo, pilihan masker berjenis peel-off adalah rekomendasi yang bisa menggunakan produk dari Zoya yang dibanderol dengan harga 20 ribuan saja. Atau jika wajah kalian memiliki tipe kulit yang berjerawat banyak, pemilihan masker dengan bahan dasar organik adalah opsi yang tepat, namun harganya memang sedikit lebih mahal. Berkisar antara 50-200 ribuan. Kalian bisa menggunakan produk masker dari Bodyshop atau tadi adalah beberapa skincare untuk pria agar glowing dan bebas jerawat. Karena merawat diri bukan hanya hak perempuan saja kan? Cowok yang baik itu bukan yang berani kotor, tapi yang bisa dan pandai merawat diri sendiri~ “Selama aku surfing aku mikir, kalau aku jatuh dari papan terus kena popok… duh pasti “asyik banget”!” Glek. Saya sampai menahan nafas beberapa detik ketika mendengar curhat satir Mbak Christine Pan yang sambat akan lautan yang banyak sampah dan membuat tubuhnya lengket setelah surfing. Ada rasa bersalah pada diri saya karena anak-anak saya memakai popok sekali pakai. Anak kedua saya juga masih pakai saat ini, meskipun dengan frekuensi yang sudah saya kurangi karena dia sudah mulai belajar toilet training. Tetap saja, ada rasa nggak enak itu bercokol di hati saya karena belum bisa total dalam menjaga ke kisah Mbak Christine. Anyway, untuk kamu yang belum kenal, beliau merupakan Founder dan CEO Segara Naturals, brand kecantikan yang ramah lingkungan dan sosial. Ceritanya, nih, tanggal 9 April lalu, beliau bersama dua narasumber lain bercerita seputar produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Saya paling tertarik dengan pemaparan Mbak Christine karena beliau pelaku bisnis di industri ini. Sudah pasti beliau paham lapangan, market, dan menemukan tantangan dalam memeroleh bahan baku dari komoditas sebelum acara, saya mendapat bingkisan pula dari LTKL. Salah satu isinya adalah dua produk dari Segara Naturals. Produk ini langsung menyita perhatian saya karena kemasannya unik, aromanya segar, dan ternyata peminatnya sudah cukup banyak. Saya jadi makin penasaran dengan perjalanannya, pasti ada banyak cerita yang berkesan dan bernilai. Acara yang saya ikuti tentang LestarikanCantikmu. Kamu bisa menontonnya di YT Lingkar Temu Kabupaten Lestari LTKL. Ternyata, awal mula beliau masuk ke industri beauty and wellness dari kesan buruk saat traveling. Dia cerita kalau dulu saat masih kerja di kantor yang lama di industri tambang, Mbak Christine sering bepergian ke Papua, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Sayangnya, setiap dia melancong, dia selalu melihat sampah dan hutan yang botak. “Kemanapun aku pergi, pasti aku lihat sampah. Ke tempat terpencil pun, pasti ada sendal jepit, bungkus sampo, sabun mandi, di pantai. Lagi ke gunung, eh botak karena lagi ada pembabatan hutan. Jadi image aku tentang Indonesia yang indah itu sangat terganggu.” Mendengar ceritanya, saya kembali mengingat ketika saya masih rajin traveling. Saya dulu juga mengandalkan botol dan wadah plastik saat bepergian. Untuk produk kecantikan dan body care, saya nyaris tak pernah memikirkan dari mana bahan bakunya. Asal sudah BPOM dan cocok untuk kulit saya, ya saya pakai. Kebetulan saya bukan pegiat industri kecantikan, saya sekadar seorang ini berubah sejak saya hamil. Saya kian selektif memilih produk kecantikan karena saya juga memikirkan janin di perut saya. Saya awali dengan melihat komposisi produk dan membaca label. Saya seleksi brand dan ulasan pengguna sebelumnya. Baru ketika Mbak Windy Ariestanty memposting bahwa beliau selektif memilih sabun mandi, karena mencari yang tidak ada bahan sawitnya, saya jadi tahu bahwa ternyata penting untuk mengetahui bahan apa saja pada produk kecantikan ini muncul juga karena saya geram dengan tata kelola sawit. Tata kelolanya, ya, bukan komoditasnya. Acara yang saya ikuti pada tanggal 9 april lalu, semakin menambah wawasan saya akan pentingnya memilih produk kecantikan yang ramah sosial dan ramah lingkungan. Karena, pilihan kita akan sangat menentukan bagaimana perusahaan memproduksi skincare dan kosmetik untuk kita. Produksi itu, juga akan turut berdampak pada permintaan bahan baku, para petani atau pekebun, serta pada pasti nggak nyangka, ya, kalau rantainya cukup panjang? Sama. Makanya, yuk, kita belajar bareng-bareng untuk memilih skincare ramah lingkungan dan produk yang lebih sehat. Sehat untuk bumi, sehat untuk diri. Pentingkah Produk Kecantikan yang Ramah Lingkungan dan Ramah Sosial? Sustainable beauty product adalah istilah keren dari produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Kalau kamu mencari di Google dengan kata kunci tersebut, sudah pasti akan mendapat beberapa rekomendasi produk kecantikan yang mengusung nilai sustainable, baik pada isi produk maupun pada bicara standar, tiap komoditas biasanya memiliki standar yang berbeda-beda. Namun, ada tiga syarat atau aspek utama menurut Kak Gita Syaharani dari LTKL. Pertama, produk atau brand tersebut menjaga fungsi alam tanpa bencana. Ini meliputi kualitas air, tanah, dan udara yang tetap terjaga ketika penanaman komoditas untuk bahan produksi. Sebaiknya, produk kecantikan kita memiliki bahan dari komoditas yang tidak terkait dengan bencana, seperti kebakaran hutan. Soalnya, kalau kita tahu krim yang kita oles-oles ke muka ternyata membuat orang lain sengsara, pakai skincare-nya jadi nggak nyaman, kan. Nggak happy petani, pekebun, dan pekerja penghasil komoditas sejahtera. Apakah mereka dapat harga yang layak dan praktik pertanian yang baik? Ini bisa kita ketahui jika kita menanyakan ke brand atau melihat apa saja kampanye dan cerita yang dibawa oleh brand. Ada salah satu brand skincare ramah lingkungan yang saya tahu dan saya gunakan yakni TBS yang kerap dengan gamblang menunjukkan bahwa mereka menjaga bahan produksi serta petani yang menanamnya. Itu hanya salah satu contoh, ya. Saya yakin teman-teman beauty enthusiast pasti lebih banyak yang tahu contoh brand skincare ramah lingkungan lainnya. Ketiga, energi dan limbah produksi tetap terjaga. Aspek pertama dan kedua tadi merupakan aspek pra produksi. Nah, kalau bagian ini sudah masuk proses produksi dan pasca produksi. Limbah inilah yang paling sering menjadi sorotan, sebab banyak brand yang menggunakan kemasan plastik karena mudah dan murah namun pada satu sisi plastik itu menyebabkan sampah serta mikroplastik di lautan dan makanan kita. Nah, pertanyaan selanjutnya, sepenting apa sih produk skincare ramah lingkungan dan ramah sosial? Kita bayangin aja dulu, yuk, kalau mayoritas perusahaan mengambil komoditas lokal kita secara sembarangan. Peraturannya nggak dibenahi, tanggungjawabnya atas lingkungan dibiarkan. Apa yang akan terjadi? Sudah pasti tanah yang rusak, kabut asap, air yang keruh, dan lingkungan yang tidak sehat. Apalah arti skincare mahal dan bagus kalau kita hidup di tengah lingkungan yang sakit? Sudah pasti, wajah susah glowing, jerawatan nggak sembuh-sembuh seperti saya ini huhu, dan kulit jadi susah terhidrasi. Oke, let’s be honest and realistic. Memangnya bisa ya kita memperoleh produk kecantikan yang mengusung sustainability? Jawabannya BISA. Sekarang, gaya hidup berkelanjutan ini sudah jadi tren yang baru. Memang belum diadaptasi secara mainstream oleh banyak orang, tetapi sudah mendapat perhatian dunia dan sudah bisa membentuk potensi market baru yang besar. Kamu bisa cek postingan saya tentang komoditas lokal minyak tengkawang atau Illipe Butter dan akar wangi atau vetiveria. Ternyata, konsumen yang banyak itu justru dari luar Indonesia. Dan banyak brand kecantikan ternama yang sudah menggunakan kedua komoditas lokal kita. Kalau brand-brand besar yang banyak menjadi kiblat industri kecantikan sudah menunjukkan keberpihakan pada lingkungan, tinggal tunggu waktu saja. Pasti akan banyak produk dan brand yang produk lokal, justru lebih visioner lagi. Banyak produk lokal seperti Sensatia Botanicals, Beauty Barn, Yagi Natural, dan Segara Naturals yang sadar bahwa Indonesia ini kaya dan memiliki banyak potensi komoditas lokal yang belum tersentuh. Syukurlah orang seperti Mbak Christine Pan itu bukan dia seorang saja, hehehe. Ada beberapa seperti content creator di industri sustainable beauty Danang Wisnu yang sering memberikan informasi agar memilih kosmetik secara sadar. Kak Danang Wisnu, seorang dokter gigi yang juga menjadi pembicara pada acara LestarikanCantikmu, mengatakan bahwa sebisa mungkin dia mengedukasi marketnya agar memilih produk yang baik untuk lingkungan. Tujuannya, agar kita bisa memakainya dengan bahagia, karena produk tersebut tidak hanya baik untuk kulit tetapi juga untuk bumi. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Sekarang sudah bukan zamannya konsumen dicekokin produk sama produsen terus-terusan. Sudah ada yang namanya user experience dan konsumen sekarang memiliki keingintahuan akan produk kecantikan yang mereka gunakan. Thanks to internet and beauty influencer yang beneran mendidik ya, seperti Kak Danang Wisnu yang rutin membagikan informasi “jeroan”nya produk kecantikan dasar yang kita miliki ini bisa menjadi bekal untuk membaca label produk. Apa aja sih yang perlu kita amati? Pertama, cek BPOM dan komposisinya. Kita perlu mengenali bahan-bahan apa saja yang bereaksi buruk pada kulit, misalnya alergi. Jika sudah aman, kita kenali bahan lain. Apakah ada bahan yang menggunakan komoditas lokal dengan kelola yang kurang baik atau mendapat isu tidak ramah sosial. Jika ya, cek lagi pada label, apakah ada label sustainability yang dikeluarkan oleh organisasi internasional tertentu. Selanjutnya, untuk menilai soal sustainability, kamu juga bisa mengecek pada website atau media sosial brand. Kadang, mereka memposting kampanye atau nilai-nilai yang penting pada pembuatan produk. Jika kamu bisa menemukan nilai sustainability, entah itu pada pengemasan maupun pembuatan produk, kamu bisa bernafas lega. Berarti, brand pilihanmu itu sudah memiliki kesadaran untuk berpihak pada agak mustahil untuk mengatakan bahwa sebuah produk atau brand itu seratus persen ramah lingkungan dan sosial. Pasti ada saja “celah” dan bocornya dan itu hal yang wajar. Brand pasti juga bergulat dengan biaya produksi dan akses akan bahan baku. Setidaknya, ada upaya yang bisa kita apresiasi. Terakhir, ini yang paling mudah, pilihlah produk yang bercerita. Ini bisa kita gunakan kalau kita nggak paham dengan komposisi, ya. Saya yang bukan orang sains, sangat kesulitan memahami nama-nama kimia komposisi produk. Penamaan sawit pada skincare saja ada banyak jenis turunannya. Produk yang bercerita tak akan segan menunjukkan nilai yang mereka pegang. Sebab, mereka tahu, itulah kekuatan dari produk yang mereka miliki. Produk dan brand yang bercerita pasti dengan gamblang mau menjawab pertanyaanmu tentang darimana asal produk favoritmu, apa komposisinya. Mereka juga biasanya memiliki kecenderungan untuk memerhatikan asal komoditas, proses produksi, dan pasca produksi. Terakhir, jangan sungkan membagikan pengalamanmu dalam menggunakan produk kecantikan yang sustainable pada orang lain. Tidak harus melalui blog, kamu juga bisa berbagi di media sosial, mendukung brand favorit kamu, dan melakukan review pada beberapa forum kecantikan. Percaya deh, hal kecil yang kamu lakukan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah Rekomendasi SkincareRamah Lingkungan dan Ramah Sosial Saya mengenal beberapa produk kecantikan yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Sayangnya, produk yang saya kenali itu bukan produk lokal. Pada postingan kali ini, saya ingin memberi spotlight pada produk lokal kita karena saya ingin orang-orang kita semakin berdaya. *bendera merah putih berkibar*Brand lokal yang saya rekomendasikan adalah Segara Naturals. Bukan bermaksud promosi, sih. Saya punya alasan tersendiri. Pertama, karena mereka menggunakan Illipe Butter atau minyak tengkawang sebagai pengganti minyak kelapa sawit untuk menjadi bahan skincare dan produk perawatan tubuh lainnya. Buat saya, ini penting dan menarik. Sebab, belum banyak saya temui skincare lokal yang mau palm oil free dan memberdayakan komoditas lokal minyak tengkawang yang kandungannya bagus. Sekali lagi, bukan saya membenci sawit, tetapi, memang kita harus mendorong agar peraturan dan sustainability dalam perkebunannya dibenahi dulu. Caranya, sebagai konsumen, tentu saja bermain dalam proses demand dan selanjutnya, Segara Naturals memberikan informasi yang jelas pada produknya. Kita bisa melihat komposisi produk pada bagian depan. Packaging produknya pun menarik, bukan dari kebetulan pada acara ini, Mbak Christine Pan adalah pembicara. Beliau memaparkan banyak materi menarik. Segara Natural memiliki akuntabilitas sampah yang jelas, dihitung oleh DCA Divers Clean Action. Dengan jujur, beliau juga mengatakan bahwa sejak Januari hingga Maret 2020, Segara Natura menghasilkan kg sampah baik dari produksi maupun operasional. Dari kg ini, ada 9% yang dapat mereka recycle. Sampah plastik yang diproduksi selama kurun waktu tersebut sebanyak kg. Bagi Mbak Christine, ini yang menjadi pekerjaan rumah. Penting bagi Segara Natural untuk nggak sekadar klaim bahwa produknya ramah lingkungan, tetapi, mereka juga menunjukkan dengan jujur, transparan, dan akuntabel atas proses pengelolaan sampah mereka. Segara Natural mengusung prinsip sustainable secara berkesinambungan, dari hulu ke hilir. Prinsip ini bukan tanpa alasan. Mereka peduli karena membaca data bahwa ada sebanyak 120 milyar pembungkus plastik dari industri kecantikan per tahunnya. Dari angka tersebut, 91% tidak didaur ulang dan 79% berakhir di ini ternyata membuat customer Segara Naturals semakin terikat pada produk-produknya. Mbak Christine menyatakan bahwa dia percaya bahwa semua orang itu pasti ada keinginan untuk berkontribusi dan berbuat sesuatu yang lebih mulia. Dengan memakai minyak tengkawang dari petani lokal, sekalipun butuh upaya yang lebih, beliau memandangnya sebagai long investment. Bersama Segara Naturals, Mbak Christine ingin menggali lebih dalam kepedulian pada konsumen ini. Selain kedua alasan di atas, kebetulan pada acara ini, Mbak Christine Pan adalah pembicara. Beliau memaparkan banyak materi menarik tentang bagaimana bisnisnya berjalan. Segara Naturals memiliki akuntabilitas sampah yang jelas, dihitung oleh DCA Divers Clean Action. Dengan jujur, beliau juga mengatakan bahwa sejak Januari hingga Maret 2020, Segara Natura menghasilkan kg sampah baik dari produksi maupun operasional. Dari kg ini, ada 9% yang dapat mereka recycle. Sampah plastik yang diproduksi selama kurun waktu tersebut sebanyak kg. Bagi Mbak Christine, ini yang menjadi pekerjaan rumah. Penting bagi Segara Natural untuk nggak sekadar klaim bahwa produknya ramah lingkungan, tetapi, mereka juga menunjukkan dengan jujur, transparan, dan akuntabel atas proses pengelolaan sampah mereka. Segara Natural mengusung prinsip sustainable secara berkesinambungan, dari hulu ke hilir. Prinsip ini bukan tanpa alasan. Mereka peduli karena membaca data bahwa ada sebanyak 120 milyar pembungkus plastik dari industri kecantikan per tahunnya. Dari angka tersebut, 91% tidak didaur ulang dan 79% berakhir di TPA. Kejujuran ini ternyata membuat customer Segara Naturals semakin terikat pada produk-produknya. Mbak Christine menyatakan bahwa dia percaya bahwa semua orang itu pasti ada keinginan untuk berkontribusi dan berbuat sesuatu yang lebih mulia. Dengan memakai minyak tengkawang dari petani lokal, sekalipun butuh upaya yang lebih, beliau memandangnya sebagai long investment. Bersama Segara Naturals, Mbak Christine ingin menggali lebih dalam kepedulian pada konsumen ini. Itu tadi sedikit tulisan saya seputar skincare ramah lingkungan dan ramah sosial. Saya ingin tahu, apakah baru kali ini kamu familiar dengan istilah ini? Atau malah kamu sudah punya “andalan” skincare yang mengusung sustainable beauty? Coba bagi pendapat kamu di kolom komentar, yuk 🙂

skincare untuk pekerja lapangan